}); Ahmad Basarah : Pemerintah Harus Tunda Pemberlakuan New Normal di Sektor Pendidikan – POTRET INDONESIA
Sun. Jul 5th, 2020

POTRET INDONESIA

Politik, Hukum, Bisnis, Budaya

Ahmad Basarah : Pemerintah Harus Tunda Pemberlakuan New Normal di Sektor Pendidikan


“Presiden Joko Widodo diminta menaruh perhatian besar pada keselamatan anak-anak peserta didik dari ancaman pandemi Covid-19”

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah meminta pemerintah menunda pemberlakuan normal baru atau new normal pada lembaga pendidikan. Hal ini setelah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) secara resmi mengumumkan ada 800 anak Indonesia terpapar Covid-19 hingga akhir Mei 2020.

Presiden Joko Widodo diminta menaruh perhatian besar pada keselamatan anak-anak peserta didik dari ancaman pandemi Covid-19 sambil belajar dari pengalaman pahit Korea Selatan yang meliburkan kembali 838 sekolahnya pada hati Jumat 29 Mei 2020 setelah kasus Covid-19 di ibu kota Seoul melonjak kembali.

Politikus PDI Perjuangan ini menyatakan bahwa selain pertimbangan keselamatan anak-anak, sektor pendidikan berbeda dengan sektor usaha yang aktif atau tidaknya langsung berdampak pada hajat hidup orang banyak.

“Jika belajar secara online masih bisa, sebaiknya sektor pendidikan tidak ter buru-buru mengikuti kondisi new normal,” tegasnya.

Basarah menyarankan Mendikbud Nadiem Makarim melakukan studi mendalam sebelum memutuskan untuk membuka kembali semua sekolah di Indonesia di tengah pandemi Covif-19.

Basarah juga menyarakan, semua pihak, terutama Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan untuk belajar pengalaman pahit Korea Selatan yang memerintahkam siswa-siswi negeri ginseng itu kembali belajar secara virtual dari rumah masing-masing agar lingkungan sekolah tidak menjadi klaster baru penularan Covid-19 siswa-siswi sekolah.

Merujuk pada pernyataan resmi KPAI bahwa ada lebih dari 800 anak di Indonesia terpapar Covid-19 dan 129 diantara mereka meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) dan 14 anak lainnya meninggal dengan status terkonfirmasi positif Covid-19.

Basarah menilai, tampaknya semua pihak memang tidak boleh main-main saat membuat keputusan untuk segera membuka kembali sekolah-sekolah di Indonesia.

Ketua Fraksi PDIP MPR RI itu menyebut bahwa keselamatan anak-anak peserta didik wajib menjadi perhatian utama.

“Dengan pola pembelajaran jarak jauh (PJJ) nasib generasi muda yang potensial tersebut bisa diselamatkan,” ujarnya.

Basarah lantas mempertanyakan mengapa pihak-pihak yang punya otoritas dalam dunia pendidikan harus terburu-buru meninggalkan cara belajar virtual itu untuk seluruh jenjang pendidikan PAUD hingga Perguruan Tinggi.

“Mari bersama-sama kita kaji secara mendalam terlebih dahulu soal ini sebelum kita mengambil keputusan penting. Jangan sampai kita menyesali keputusan kita sendiri pada masa depan,” katanya menekankan.

Basarah menilai bahwa model pendidikan jarak jauh yang sudah dipersiapkan secara bertahap dan matang sebelumnya, termasuk mempersiapkan insfrastruktur pendukungnya, hendaknya dijadikan prioritas pada saat pandemi Covid-19.

Basarah mengungkaokan bahwa pengalokasian dana bantuan operasiomal sekolah (BOS) untuk.beli pulsa dan lain-lain masih perlu diteruskan sampai situasi benar-benar aman dari wabah Covid -19.

“Semua pihak tidak perlu terburu-buru untuk melakukan aktivitas pembelajaran dengan tatap muka langsung,” tandasnya.

Basarah mengatakan pembelajaran jarak jauh, masih tepat saat ini sampai mengikuti perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia berkurang atau aman.

“Perlu sabar menunggu sampai situasi benar-benar aman, khususnya untuk sektor pendidikan agar menjadi sektor yang terakhir diaktifkan kembali ke kondisi normal baru,” pungkas Ahmad Basarah dikutip dari Antara.

Penulis : Waluyo/Antara


Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.