}); Berkat CSR PT Timah, Setia Budi Mampu Pertahankan Getas Jadi Makanan Khas Bangka Belitung – POTRET INDONESIA
Rab. Mei 27th, 2020

POTRET INDONESIA

Politik, Hukum, Bisnis, Budaya

Berkat CSR PT Timah, Setia Budi Mampu Pertahankan Getas Jadi Makanan Khas Bangka Belitung


POTRET-INDONESIA.ID, Dulu ketika harga tiket pesawat belum naik, seperti yang terjadi sekarang ini, pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih bisa tersenyum. Karena hasil produksi mereka banyak diburu oleh para pembeli utamanya kalangan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bangka, provinsi yang terkenal dengan pertambangan timah terbesar di Indonesia itu.

Tingginya harga tiket pesawat akhir-akhir ini menjadi penyebab pendapatan pelaku UKM di provinsi termuda ke 2 di Indonesia ini menyusut drastis. Bahkan, ada beberapa pelaku UKM yang guling tikar akibat produksinya sepi pembeli.

Setia Budi, salah seorang pengrajin kerupuk getas, asal Giri Maya, kecamatan Giri Maya, Bangka Belitung mengakui, sekarang ia hanya bisa memproduksi getas satu bulan sekali, dan itu pun sekedar buat kebutuhan makan sehari-hari.

“Dulu, sebelum harga tiket pesawat naik, saya bisa produksi getas 1 ton per minggu, dan hasilnya lumayan bisa menambah untuk beli peralatan penggiling ikan dan peralatan lainnya,” ujar pria yang sudah sejak 2008 menggeluti bisnis kerupuk getas khas Pulau Bangka tersebut.

Tapi lanjut dia, sejak pemerintah memberlakukan tarif tiket pesawat tinggi ia hanya bisa produksi sebulan sekali, itupun cuma untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari.

“Sedih kalau dirasakan. Tapi apa daya sebagai rakyat kecil kami cuma berharap agar pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung lebih serius dan peduli lagi akan nasib UKM di daerah yang sedang mengalami keterpurukan.

Memurut dia, kebijakan pemerintah Bangka Belitung terhadap UKM hanya sebatas memperhatikan UKM saja, tidak ada upaya untuk menyentuh atau pun memberikan solusi bagi pengembamgan UKM di daerah.

“Mengharap bantuan KUR (Kredit Usaha Rakyat) saja tidaklah cukup, apalagi proses pencarian dana nya lama sekali, bagaimana kami bisa produksi,” celetuk Setia Budi.

Ia menyatakan dengan kehadiran PT Timah melalui program CSR sangat membantu pelaku usaha kecil menengah di Bangka Belitung. Contoh, saya yang sejak tahun 2011 menjadi mitra binaan PT Timah telah beberapa kali menerima.bantuan modal usaha hingga bisa bertahan sampai sekarang ini.

“Alhamdulillah, manfaat CSR PT Timah sangat terasa hingga kami bisa beli peralatan seperti mesin penggiling ikan dan peralatan lain untuk mempertahankan agar produksi kerupuk getas kami tetap bermutu tinggi,” ucap Setia Budi.

Ia berharap, kelak PT Timah bisa mewujudkan impian dari para pelaku UKM di Bangka Belitung dengan membangun galerii atau tempat pameran produk-produk khas Bangka Belitung di Ibu Kota Jakarta.

“Dengan adanya galerii tersebut pelaku UKM di Bangka Belitung bisa memamerkan hasil karyanya ke masyarakat luar daerah sehingga produk produk khas Bangka Belitung bisa terangkat ke permukaan nasional,” ujarnya.

Pemda Bangka Belitung sebaiknya, kata Setia Budi menyarakan supaya tidak lagi menghambur-hamburkan anggaran negara dengan menggelar event pameran yang sama sekali tidak ada manfaatnya bagi kalangan UKM.

“Alangkah baiknya, bila anggaran sebesar itu digumakan untuk membantu pelaku UKM-UKM di daerah dalam rangka pengembangan usaha, dan ini yang diharapkan UKM selama ini kepada pemerintah, pungkasnya.

Penulis : Waluyo/Tonny Budianto


Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.