}); Kemendikbud Luncurkan Program Belajar dari Rumah – POTRET INDONESIA
Rab. Mei 27th, 2020

POTRET INDONESIA

Politik, Hukum, Bisnis, Budaya

Kemendikbud Luncurkan Program Belajar dari Rumah


Mengatasi keterbatasan akses jaringan internet dan juga bahan pembelajaran daring selama wabah Covid-19, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengandeng TVRI untuk menginisiasi program “Belajar dari Rumah”.

“Program Belajar darI Rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselengaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19,” kata Nadiem Makarin pada telekonferenai Peluncuran Program Belajar dari Rumah di Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Mendikbud Nadiem Makarim menambahkan, program Belajar dari Rumah ini bertujuan membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan pada akses internet, baik karena tantangan ekonomi maupun letak giografisnya.

Penyebaran coronavirus Disease 2019 (Covid-19) mengakibatkan bamyak peserta didik harus melaksanakan kegiatan belajar di rumah, baik melalui sarana jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).

Namun, tidak semua peserta didik maupun pendidik memiliki kemampuan untuk mengakses plaform pembelajaran secara daring secara optimal.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkam Program “Belajar dari Rumah” di TVRI.

Program Belajar dari Rumah di TVRI, merupakan respons Kemendikbud terhadap masukan Komisi X DPR RI pada rapat kerja 27 Maret 2020 lalu.

Hal ini, dikatakan Mendikbud sejalan dengan semangat Merdeka Belajar .

“Program Belajar dari Rumah mulai tayang di TVRI pada Senin 13 April 2020 dimulai pukul 08 pagi,” ujar Nadiem.

Berjalan 3 bulan ke depan
Program ini direncanakan dapat terselenggara setidaknya selama 3 bulan ke depan.

“Nantinya selain diisi dengan program pembelajaran untuk semua jenjang, Belajar dari Rumah juga akan menyajikan program Bimbingan Orang Tua dan Guru serta tayangan kebudayaan pada akhir pekan,” jelas Mendikbud.

Adapun konten atau materi pembelajaran yang disajikan akan fokus pada peningkatan literasisi, numerasi serta penumbuhan karakter peserta didik.

Kemendikbud juga akan melakukan monitoring dan evaluasi mengenai program ini bersama dengan lembaga nonpemerintah.

“Yang perlu dicatat, bahwa sesungguhnya dalam keadaan seperti ini, yang menjadi penting saat ini adalah pemberian pendidikan yang bermakna,” ujar Nadiem.

Selanjutnya, dalam situasi di mana kegiatan belajar dan mengajar (KMB) di sekolah terhenti, solasiritas dan gotong royong menjadi kunci penanganan Covid-19 di Indonesia.

Oleh karena itu, Kemendikbud terbuka untuk kerja sama dan kolaborasi pendukungan penyelenggaraan pendidikan di masa darurat ini.

Penulis : Redaksi


Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.