}); Pemerintah dan DPR Sepakat Meniadakan Ujian Nasional (UN) 2020 – POTRET INDONESIA
Rab. Mei 27th, 2020

POTRET INDONESIA

Politik, Hukum, Bisnis, Budaya

Pemerintah dan DPR Sepakat Meniadakan Ujian Nasional (UN) 2020


Kepastian jadi atau tidaknya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2020 dilaksanakan akhirnya terjawab sudah yaitu ditiadakan. Keputusan ini didapat dari hasil rapat kerja antara Komisi C DPR RI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui video conference yang digelar pada Senin 23 Maret 2020 malam.

Agenda rapat membahas berbagai persoalan dunia pendidikan di tengah ancaman wabah virus corona atau COVID-19.

” Salah satu hasil rapat tersebut adalah Kemendikbud dan Komisi X DPR sepakat untuk meniadakan Ujian Nasional (UN) untuk tahun ini, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA,” demikian dikatakan Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda melalui akun twiternya @Syaigul Hooda.

Komisi X DPR, kata dia, baru saja selesai rapat daring dengan Mendikbud Nabil Makarim serta jajaran. Salah satu yang kita sepakati Ujian Nasional (UN) SD, SMP dan SMA, ditiadakan.

Sebelumnya, Huda memang mendesak pemerintah menghapus pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini. Langkah ini dimaksudkan untuk melindungi peserta didik ditengah meluasnya wabah Corona.

“Kami mendesak agar pemerintah menghapus UN tahun 2020 karena wabah virus corona semakin meluas. Ada ratusan hingga jutaan siswa yang terpapar virus corona jika kita memaksakan agar pelaksanaan UN tetap dilakukan,”ujar Saiful Huda.

Ia menjelaskan, sesuai jadwal harusnya UN SMA/MA akan dilaksanakan pekan depan yaitu tanggal 30 Maret -2 April 2020. Diperkirakan hari- hari itu penyebaran virus corona di tanah air masih tinggi, sehingga ada resiko jika peserta didik di tingkat menengah dan atas dipaksakan mengikuti UN.

“Kami sangat berharap agar kondisi penyebaram wabah virus corona dipertimbangkan Kemendikbud sehingga ada baiknya untuk menghindari bahaya lebih besar maka UN untuk SMK/MA dan SMP/MTS dihapus saja,,” ujarnya.

Huda mengatakan, sesuai dengan semangat Merdeka Belajar, UN tidak lagi menjadi parameter utama untuk menilai kemampuan akademis para siswa. UN hanya menjadi alat untuk memetakan kemampuan akademik para siswa.

“Selain itu, UN juga tidak lagi menjadi penentu untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian tidak ada alasan yang menguatkan pelaksanaan UN SMA/MA dan UN SMP/MTs di tengah meluasnya wabah virus corona yang mematikan ini,”imbuhnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini mengusulkan agar pelaksanaan UN diganti dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Nantinya pelaksanaan USBN ini diserahkan kepada masing -masing sekolah sesuai dengan kondisi dan perkembangan penanganan wabah COVID -19.

“Ini juga momentum untuk menyerahkan pelaksanaan ujian peserta didik tingkat menengah kepada sekolah sebagai satuan pendidikan. Nantinya soal ujian dibuat oleh guru mata pelajaran dengan memperhatikan muatan kurikulum dan standar kompetensi lulusan di sekolah,” pungkas Syaiful Huda.

Penulis : Waluyo


Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.