}); Polri Tangkap Djoko Tjandra, Menkumham Yasonna Laoly : Momentum Untuk Memulihkan Kepercayaan Masyarakat Atas Upaya Penegakkan Hukum di Indonesia – POTRET INDONESIA
Mon. Aug 3rd, 2020

POTRET INDONESIA

Politik, Hukum, Bisnis, Budaya

Polri Tangkap Djoko Tjandra, Menkumham Yasonna Laoly : Momentum Untuk Memulihkan Kepercayaan Masyarakat Atas Upaya Penegakkan Hukum di Indonesia


Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly memberikan apresiasi pada kinerja Polri atas keberhasilannya menangkap buronan kakap Djoko Tjandra.

Menurut Yasonna, penangkapan Djoko Tjandra ini merupakan momentum untuk memulihkan kepercayaan masyatakat pada upaya penegakan hukum di Indonesia.

Selain itu, kata dia, ini merupakan sikap yang tegas bahwa negara tidak bisa dipermainkan oleh siapa pun yang mencoba bersiasat mengangkangi hukum di negara ini.

“Oleh karena itu, keberhasilan penangkapan ini harus diikuti dengan proses peradilan yang transparan hingga bisa menguak kasus tersebut secara terang benderang,” tegas Yasonna dalam keterangan tertulis pada Jumat, 31 Juli 2020.

Seperti diketahui, Djoko Tjandra ditangkap di Malaysia dan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis 30 Juli 2020. Penangkapan dilakukan tim khusus bentukan Kapolri yang dipimpin Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan bekerja sama dengan Polis Diraja Malaysia.

Kerja sama model ‘police to police’ dilakukan setelah Djoko Tjandra terdeteksi berada di Negeri Jiran tersebut.

Djoko Tjandra yang seakan dengan mudah bisa keluar-masuk Indonesia kendati berstatus buronan harus menjadi pelajaran bagi setiap lembaga penegak hukum di Indonesia.

Dia pun menyinggung Polri yang telah mengusut petingginya yang mengeluarkan surat jalan untuk Djoko Tjandra.

“Tentu ini harus diapresiasi dan bisa menjadi contoh bagi lembaga penegak hukum lain untuk melakukan hal serupa terhadap anggotanya yang diduga terlibat dalam surat jalan Djoko Tjandra,” kata Yasonna kepada awak media di Jakarta, baru- baru ini.

Pencopotan semata, lanjut Menkumham Yasonna Laoly, tidak cukup, melainkan juga harus dibarengi dengan proses pidana.

Yasonna berharap hal tersebut dapat menjadi pelajaran agar tidak ada lagi oknum lembaga penegak hukum di Indonesia yang merasa bisa bermain-main dengan hukum di negeri ini.

“Negara tidak akan berkompromi soal ini,” pungkas mantan anggota komisi II DPR RI itu.

Editor : Waluyo


Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.